Alumni Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI UMY), Lalu Muhammad Iqbal dilantik Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 januari 2019 di Istana Negara sebagai Duta Besar RI untuk Turki. Iqbal merupakan alumni HI UMY angkatan 1991 dan merupakan lulusan HI UMY pertama yang masuk ke Kemenlu (1998). Karir diplomat Iqbal terhitung cepat. Sebelum diangkat menjadi Dubes, Iqbal dipercaya menjadi Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) dan menjadi Direktur termuda di lingkungan Kemenlu. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI banyak memberinya spektrum baru tentang peran dan fungsi diplomat. Inilah Direktorat yang berurusan dengan nasib anak bangsa pada level eksistensi yang paling dasar. Isu perdagangan manusia, nasib pekerja Indonesia yang mengalami ancaman hukuman mati di luar negeri, kasus-kasus kehilangan orang di luar negeri, merupakan kasus-kasus yang menguras tenaga dan pikiran untuk ditangani. Mungkin karena kondite yang dianggap cukup baik, Iqbal akhirnya berhasil meyakinkan DPR untuk melangkah pada puncak karir sebagai Duta Besar Indonesia di Turki dan akan menempati pos di Ankara. Jauh sebelumnya, Iqbal telah menjalani sejumlah pos penempatan di luar negeri antara lain di Wina (Austria) dan Budapest (Rumania).
Sejak mahasiswa, putra kelahiran NTB ini aktif dalam berbagai organisasi seperti Korps Mahasiswa HI (KOMAHI), Senat Mahasiswa (sekarang BEM) dan juga penerbitan kampus. Selain itu, alumni Pesantren Modern Assalam Solo ini juga aktif dalam Kelompok Studi “Lingkaran”, sebuah komunitas asah pemikiran dan tukar gagasan di kalangan mahasiswa Yogyakarta tahun 90-an. Kegiatan pada organisasi kemahasiswaan dan kelompok studi telah memberinya kesepatan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan juga kemampuan analisis – hal yang diakuinya sangat penting ketika berkarir di sebuah departemen yang menuntut keputusan tepat dan analisis tajam seperti Kemenlu. Iqbal juga pernah mencicipi beberapa kampus sebagai mahasiswa, namun pada akhirnya ia memilih Jurusan HI Fisipol UMY sebagai almamaternya. (z@i)