Era digitalisasi dan teknologi yang serba canggih, rasanya dapat mempermudah segala macam pekerjaan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk menciptakan pendidikan jarak jauh dengan menggunakan pemanfaatan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi tanpa mengenal waktu dan ruang.

Untuk mendukung terselenggaranya format baru sistem pembelajaran dari Face to Face mengarah ke blended dan Online and Distance Learning (ODL) atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Workshop E-Learning dan Penyususunan Proposal Hibah Spada bertempat di Prambanan Hall, Hotel Puri Asri, Magelang, Jawa Tengah pada 12-13 April 2018.

Acara ini dihadiri oleh Dr. Titin Purwaningsih, S.IP., M.Si. (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Aswad Ishak, S.IP., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fisipol), jajaran Ketua Program Studi dan Jajaran Pejabat Struktural di lingkungan Fisipol, UMY. Hadir sebagai pembicara Wini Setya Nugroho, Ph.D (Kepala Urusan Website dan SEO Biro Sistem Informasi UMY). Kegiatan Workshop ini disertai acara Family Gathering seluruh keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dibuka secara simbolis oleh Dr. Titin Purwaningsih dengan pemukulan gong.

Dihadapan 80 peserta pelatihan yang terdiri dari 50 Dosen dan 30 tenaga kependidikan Dr. Titin Purwaningsih menyampaikan tantangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tidak genap sebulan lagi Ilmu Komunikasi akan menghadapi visitasi dan Prodi Ilmu Pemerintahan harus sudah harus melengkapi persyaratan dan mengupload borang (portofolio) akreditasi pada bulan Juli nanti.  Sehingga acara ini dapat mendukung proses akreditasi, meningkatkan performa Fisipol, memperkuat silaturrahmi, meningkatkan kompetensi dosen dalam pembelajaran e-learning. Dekan Fisipol mengingatkan para peserta untuk meningkatkan konsolidasi internal Fakultas, untuk menghadapi tantangan tersebut, serta mengharapkan dukungan dan kontribusi dosen, tenaga kependidikan dan staf temporary.

Wini Setya Nugroho, Ph.D menjelaskan bahwa pelaksanaan sistem belajar online dapat meringkan beban dosen dalam mengajar, fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Mengkombinasikan cara online dan tatap muka. Namun, proporsi pengantaran bahan ajar yang online hanya boleh 47% dari jumlah SKS mata perkuliahan, biasanya dilengkapi dengan diskusi online, kuis dan ada pengurangan frekuensi tatap muka.Pelatihan disi dengan pengenalan dan tatacara pengisian bahan ajar online oleh masing-masing dosen.