IlustrasiBambang Wahyu Nugroho selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membuka Kuliah Intensif Al-Islam (KIAI) pada Senin, (17/10/2016) di Unires Putri. Pembukaan KIAI gelombang empat ini dihadiri oleh mahasiswa putra jurusan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Pemerintahan yang berjumlah sekitar 125 mahasiswa.

Dalam sambutan pembukaannya, Bambang mengatakan bahwa KIAI ini adalah salah satu wujud tanggung jawab UMY dalam mencapai visi Unggul dan Islami. “Jika hanya unggul UMY sudah tercapai dengan didapatkannya akreditasi A. Kemudian untuk mencapai Islaminya, mahasiswa dididik salah satunya dengan KIAI ini,” kata Bambang.

KIAI ini, lanjut Bambang, bisa menggerakkan dan kembali mengokohkan amar ma’ruf nahi mungkar. Selain itu, KIAI juga salah satu kontribusi UMY dalam mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. “Bagi mahasiswa IP,  diharapkan nantinya bisa berperan dalam sistem politik Indonesia. Bisa juga membuat kebijakan dan keputusan yang bijak dan sesuai dengan tuntunan Islam,” lanjut Bambang. Kemudian, bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi baik konsentrasi public relation, broadcasting, maupun advertising, mereka diharapkan mampu membuat media yang bisa mencerminkan keislamian.

Bambang juga mendukung dan mengapresiasi adanya KIAI ini karena bisa menumbuhkan jiwa-jiwa Islami. “Bagi mahasiswa yang sudah pernah hidup sebagai santri diharapkan menularkan semangat santrinya kepada yang lain. Bukan malah sebaliknya,” kata Bambang. Sejalan dengan Bambang, ketua program KIAI Miftahul Haq, mengatakan KIAI ini sangat bermanfaat dan menjadi bagian UMY dalam memenuhi nilai-nilai Islam sehingga bisa menjadi karakter mahasiswa UMY.

KIAI ini sendiri dilaksanakan selama empat malam dan siangnya mahasiswa bisa melaksanakan kuliah seperti biasa. Di sana, para mahasiswa akan mendapatkan berbagai materi ibadah seperti salat jenazah, salat malam, bersuci, termasuk berlatih salat tahajud. Selama mengikuti KIAI, mahasiswa didampingi oleh 14 fasilitator dari mahasiswa Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah.